Gotcha..!
You have come to this unique Blog.
Let Checks it out..!


Subhanallah.. Pembuktian Ilmiah manfaat penyembelihan secara Islami

1 Nov 2010

Assalamualakum Wr Wb..
   Oke deh, sebentar lagi kan Idul Adha jadi pasti kita semua bakal ketemu lagi sama yang namanya Qurban. Nah, Waktu lagi browsing, eh nemu sesuatu sesuai sama judul postingan ini. 


Penyembelihan Hewan
   Kita tahu agama Islam sudah menetapkan bagaimana cara untuk menyembelih hewan, baik itu untuk Qurban ataupun untuk dikonsumsi. Dan semua yang diperintahkan oleh Allah SWT pasti memiliki manfaat yang sangat banyak dan bukan sekedar suatu "ritual" biasa. Itu semua kebukti ketika udah dibuktikan secara Ilmiah. Begitu juga dengan pembuktian Ilmiah mengenai bagaimana dampak bagi hewan yang disembelih dengan tata cara penyembelihan secara Islami. Riset ini Dilakuin sama 2 staf ahli peternakan dari Hannover University, yaitu Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim.
Sebelumnya mari kita lihat dulu hadits berikut:


“Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (kebaikan) pada 
segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh hendaklah kalian 
berbuat ihsan dalam membunuh dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam 
menyembelih. (Yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian 
menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang 
disembelihnya” (H.R. Muslim)

   Dari hadits tersebut, orang yang awam ketika membaca kalimat "...hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya..." pasti bakal langsung ngira kalau cara penyembelihan Islam Tergolong SADIS. Eits... janganlah negatif thingking. Setelah baca uraian ini pasti kita akan sadar betapa Allah menyayangi semua cipataaNya.
Oke deh langsung aja.
   Kedua peneliti itu melakukan secuah penelitian canggih bersama sebuah tim yang terstruktur untuk menjawab sebuah pertanyaan, "Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit? apakah cara penyembelihan secara Islami atau cara penyembelihan barat?".


Electro-Encephalograph 
   Dalam melakukan penelitian ini, Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.


   
   Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.
   Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum penyembelihan hingga hewan benar-benar mati. 

And here the Report of the experiment...
   Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:
Pertama :
   pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua :
   pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga :
   setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat : 
   karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.
Well.. Don`t you think if that`s really amazing?
Subhanallah, Betapa ternyata Tata cara Peyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam ternyata menjadi sesuatu yang ber"Simbiosis Mutualisme" baik bagi manusia ataupun bagi hewan yang Disembelih. 

0 komentar:

Posting Komentar